Yogyakarta, 21 Juli 2026 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) DIY menyelenggarakan Bimbingan Teknis Akreditasi Perpustakaan 6 Komponen di Ruang Sidang Utama LLDIKTI Wilayah V. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi dan pengelola perpustakaan dari 40 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kesiapan perpustakaan dalam memenuhi Instrumen Akreditasi Perpustakaan 6 Komponen sekaligus mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi.


Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Materi utama disampaikan oleh Drs. Yoyo Yahyono, S.IP., M.Si., Pustakawan Ahli Utama dan Asesor Akreditasi Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI. Paparannya menegaskan bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga komitmen pimpinan perguruan tinggi dan profesionalisme pustakawan. Kegiatan ini penting karena ada perubahan instrumen dari 9 komponen menjadi 6 komponen serta diharapkan dampak nyata dari kualitas layanan perpustakaannya. Akreditasi perpustakaan dipandang sebagai instrumen untuk membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung reputasi dan akreditasi institusi perguruan tinggi.

Dalam sesi diskusi, peserta membahas berbagai implementasi instrumen akreditasi enam komponen, mulai dari komitmen pimpinan, legalitas perangkat lunak, kebijakan repositori, bukti fisik pengadaan koleksi, pemenuhan koleksi inti program studi, hingga pengembangan inovasi layanan. Narasumber menegaskan bahwa setiap indikator penilaian harus didukung bukti fisik yang terdokumentasi, sedangkan rencana program kerja yang belum dilaksanakan belum dapat dijadikan dasar penilaian. Beliau juga mengingatkan bahwa perpustakaan yang terakreditasi merupakan wujud komitmen dan integritas dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat.

Sesi berikutnya diisi oleh Erwin Novianto, S.IP dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY mengenai penggunaan Sistem Informasi Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SIPAPI). Peserta memperoleh pendampingan teknis terkait pembuatan akun, pengisian instrument, dan dokumen pendukung. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa video profil perpustakaan menjadi salah satu unsur penting dalam sidang pleno asesor, sehingga perlu disiapkan secara optimal karena dapat memengaruhi hasil akhir akreditasi.

Sebagai bentuk sinergi antar lembaga, FPPTI DIY turut berperan dalam kegiatan ini melalui pendampingan simulasi pengisian borang Akreditasi Perpustakaan 6 Komponen dan sharing session bersama perpustakaan yang telah menerapkan instrumen terbaru. Kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah V, DPAD DIY, dan FPPTI DIY diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama, mempercepat kesiapan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi di DIY, dan mendorong terwujudnya layanan perpustakaan yang profesional, inovatif, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi. (Komisi II Pubdekdok)


