Yogyakarta – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menyelenggarakan Indonesian Academic Librarian Award (IALA) dan Academic Library Innovation Award (ALIA) tahun 2025. Kegiatan presentasi dan penjurian berlangsung meriah pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Ruang Serbaguna Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Mengusung tema “AI-Driven Academic Libraries: Innovation, Ethics, and the Future of Knowledge Management”, ajang ini menjadi wadah apresiasi sekaligus forum berbagi gagasan mengenai inovasi layanan, etika, dan manajemen pengetahuan di era kecerdasan buatan (AI). Tema tersebut selaras dengan tema besar IALA & ALIA FPPTI Pusat tahun 2025, sehingga kegiatan di Yogyakarta ini menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam mendorong inovasi dan penguatan peran perpustakaan di era digital.
Pendaftaran peserta IALA dan ALIA FPPTI DIY tahun 2025 dibuka sejak 1 Juli hingga 22 Agustus 2025, kemudian dilanjutkan dengan seleksi naskah dan presentasi karya inovatif pada 26 Agustus 2025. Tercatat enam perpustakaan dan enam pustakawan dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta mendaftar sebagai peserta untuk menampilkan ide segar mereka. Sejak pagi, suasana ruang serbaguna dipenuhi raut wajah penuh semangat sekaligus rasa tegang dari para peserta.

Acara dibuka oleh Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Dr. Tafrikhuddin, S.Ag., MA., dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua FPPTI DIY, Risty Prasetyawati, S.IP., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menekankan bahwa IALA & ALIA tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mendorong pustakawan agar terus berinovasi dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan literasi digital. Suasana semakin menegangkan ketika undian urutan presentasi dilakukan. Beberapa peserta tampak tersenyum lega karena mendapat giliran terakhir, sementara yang lain terlihat menghela napas panjang saat harus tampil lebih awal. Ketika presentasi dimulai, ekspresi gugup sempat terlihat, namun perlahan berganti menjadi percaya diri dan lega setelah ide mereka tersampaikan dengan baik di hadapan dewan juri.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Heri Abi Burachman Hakim, S.IP., M.IP., Thoriq Tri Prabowo, M.IP., Ph.D., dan Krisno Tri Prasetyo, S.Kom. Dewan juri menilai berdasarkan aspek kreativitas, relevansi, kebermanfaatan, dan keberlanjutan. Tidak hanya adu gagasan, tetapi juga adu strategi komunikasi dan kemampuan meyakinkan audiens. Setiap peserta mendapat waktu maksimal 10 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari juri membuat suasana semakin menegangkan, namun para peserta mampu memberikan jawaban dengan tenang. Beberapa kali, penjelasan mereka disambut anggukan puas dan tepuk tangan dari juri.
Hasil seleksi belum diumumkan pada tahap ini. FPPTI DIY menyampaikan bahwa pengumuman resmi pemenang IALA & ALIA 2025 akan dilakukan pada acara Seminar Nasional FPPTI DIY 2025 yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII) pada 2 September 2025.
Dengan adanya seleksi ini, diharapkan pustakawan dan perpustakaan di Yogyakarta semakin termotivasi untuk terus berinovasi, memberikan pelayanan terbaik, dan berkontribusi pada pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi.


