Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara Monthly Learning ke-8 (Morning #8) pada Kamis 5 Februari 2026 melalui media zoom meeting. Tema yang diambil pada acara tersebut adalah: Sukses Akreditasi 6 Komponen. Narasumber pertemuan tersebut adalah Bapak Renda Kris Ardi Artha, S.Sos., M.Si. yang merupakan Asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Selanjutnya, moderator webinar adalah Bapak Muhammad Jamil, SIP. yang mana beliau adalah Pengurus FPPTI DIY juga Direktur Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII). Acara dimulai pukul 9.00 WIB dengan diawali sambutan oleh Ketua FPPTI DIY Ibu Risty Prasetyawati, MIP., dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah peserta sebanyak 503 orang, berasal dari seluruh Indonesia, terdiri dari pustakawan universitas, sekolah, dan pemerhati perpustakaan. Peserta sangat antusias mengikuti acara webinar tersebut. Pada akhir webinar, peserta mengisi link evaluasi dan mendapatkan sertifikat elektronik.
Akreditasi perpustakaan perguruan tinggi berfungsi sebagai instrumen penjaminan mutu untuk memastikan perpustakaan memenuhi standar nasional dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Proses penilaian ini biasanya mencakup enam komponen utama, mulai dari koleksi, pelayanan, hingga tenaga perpustakaan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Nomor 10 Tahun 2018. Adapun kegunaan utama dari akreditasi adalah:
- Peningkatan Kualitas Layanan: Mendorong perpustakaan untuk terus memperbaiki koleksi, sarana prasarana, dan sistem pelayanan sesuai standar yang ditetapkan oleh Perpusnas.
- Pengakuan Resmi: Memberikan legitimasi dan pengakuan formal bahwa perpustakaan telah mencapai standar kualitas tertentu, yang pada akhirnya meningkatkan citra serta reputasi institusi di mata publik dan calon mahasiswa.
- Dukungan Akreditasi Institusi: Hasil akreditasi perpustakaan merupakan salah satu komponen penting yang dinilai dalam proses akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi secara keseluruhan.
- Standarisasi Pengelolaan: Memastikan pengelolaan perpustakaan dilakukan secara profesional oleh tenaga perpustakaan yang kompeten dan menggunakan tata kelola yang terukur.
- Tolok Ukur Pengembangan: Menjadi dasar bagi pimpinan perguruan tinggi untuk menentukan arah kebijakan pengembangan dan alokasi anggaran perpustakaan di masa depan.
Bapak Renda Kris Ardi Artha, S.Sos., M.Si. dengan jelas dan rinci menjelaskan borang akreditasi Perpustakaan perguruan tinggi. Peserta banyak mengajukan pertanyaan, namun karena waktu yang terbatas, tidak semua pertanyaan terjawab.
FPPTI DIY mengangkat tema tersebut karena sangat krusial dan sebagai bentuk dukungan kepada seluruh anggotanya agar siap mengikuti akreditasi perpustakaan, sekaligus mengetahui informasi terbaru perihal akreditasi. Semoga informasi yang didapatkan dari webinar ini bermanfaat bagi seluruh anggota. Jaya selalu FPPTI DIY.
Materi dapat diunduh klik disini
Video kegiatan dapat diakses di https://www.youtube.com/watch?v=7Od-TjMAUGY


